|
17
|
Materi
|
Sabtu,Februari 18 2017
|
|
Firman Aji Utama
|
WAN ( WIDE AREA NETWORK )
|
Rancang Bangun Jaringan
|
|
XI TKJ A
|
Instruktur : Pak Rudi
|
A. Hirearki
WAN
Model jaringan secara
hirarkis berguna sebagai suatu cara untuk mendesain infrastruktur jaringan yang
dapat diandalkan. Model ini menyediakan cara pandang yang bervariasi mengenai
sebuah network, sehingga mempermudah kita dalam mendesain dan membangun
jaringan yang terskala. Model jaringan hirarkis terbagi menjadi tiga layer,
yaitu Core Layer, Distribution Layer dan Access Layer
1. Core
Layer
Core layer memberikan
struktur transportasi yang optimal dan dapat diandalkan dalam meneruskan
traffic pada kecepatan yang sangat tinggi. Dengan kata lain, core layer
menswitch paket data dengan secepat mungkin. Peralatan pada core layer jangan
diberi beban dalam bentuk proses apapun yang dapat menganggu kecepatan switch
paket data dalam kecepatan tinggi, seperti access-list checking, data
encryption, address transation. Core layer dikenal sebagai backbone antar
jaringan yang saling terkoneksi.
Tugas core layer :
- melakukan design jaringan
dengan keandalan yang tinggi
- melakukan desain untuk
kecepatan dan latency yang rendah
Fungsi dari layer ini
adalah :
- mengatur traffic [ traffic switching
] ,
- mengatur kapasitas traffic dan
mengirim traffic dengan cepat dan handal.
2. Distribution
Layer
Distribution layer
terletak diantara access layer dan core layer dan membantu membedakan core
jaringan inti dengan jaringan-jaringan yang lain. Tujuannya untuk memberikan
batasan definisi dalam daftar akses dan filter lainnya untuk menuju ke jaringan
inti. Maka dari itu, layer ini mendefinisikan aturan-aturan untuk jaringan,
seperti routing updates, route summaries, VLAN traffic, dan address aggregation.
Fungsi dari distribution
layer yaitu :
- Routing (dalam satu autonomous
system)
- Filtering (dalam satu autonomous
system)
- Service handling
- Mengendalikan konektivitas /policy
- QOS
Tugas dari distribution
layer yaitu routing antar layer atau antar subnet VLAN di Access Layer.
3. Access
Layer
Access layer menyuplai
trafik ke jaringan dan melakukan network entry control. Para pengguna mengakses
jaringan melalui access layer. Access layer berlaku layaknya “pintu masuk”
menuju sebuah jaringan. Access layer juga dapat melakukan daftar akses yang
didesain untuk mencegah pengguna tak sah untuk dapat masuk. Access layer juga
dapat memberi akses situs jarak jauh kepada jaringan melalui teknologi
wide-area, seperti frame relay, ISDN, atau leased lines. Layer ini juga mengendalikan
akses pengguna dengan workgroup ke sumber daya Internetwork.Fungsi layer ini
melakukan share bandwith,switched bandwith , MAC Layer Filtering , dan Micro
segmentation [NAT/subneting].
B. Perangkat
Pembentuk WAN
1.
Jenis
·
CO [ Central Office ]
CO (Control Operator/Office) bagiann pusat yang
mengendalikan/mengatur perangkat perangkat agar bekerja, bagian yang
menjadi pusat Penyedia Layanan.CO berfungsi mengendalikan sebuah
jaringan atau membagi layanan layanan ketika layanan terjadi.
·
CPE [ Costumer Promises Equipment ]
Perangkat yang
berhubungan dengan aplikasi dan user dan tidak terjadi proses signaling.
·
DTE [ Data termination Equipment ]
Perangkat yang
melewatkan data dari CPE menuju DCE untuk dikonversikan/coding.Berfungsi
mengkonversi sinyal yang diterima agar sampai pada user. DTE merupaka sebuah
peralatan atau subsistem yang saling berhubungan dengan beberapa peralatan yang
melakukan fungsi yang diperlukan untuk memungkinkan pengguna untuk
berkomunikasi. Biasanya, perangkat DTE adalah terminal (atau komputer
meniru terminal), dan DCE adalah sebuah modem atau perangkat lain milik
operator.
·
DCE [ Data Communication Equipment ]
Data Circuit
Equipment (DCE) adalah perangkat yang terletak antara Data Terminal Equipment
dan Data Circuit Transmisi . Hal ini juga disebut peralatan komunikasi
data dan operator peralatan data. DCE melakukan fungsi seperti sinyal
konversi, coding , dan garis clocking dan dapat menjadi bagian dari peralatan
DTE.
2.
Perangkat
pada setiap layer
·
Core
Layer
- Mesin core.vad.id,BSD Minded
dipadukan dengan cisco catalyst L3.
- Router
- Multiplexer
- PBX
·
Distribution
Layer
- Cisco Catalyst 6509
- Nexus 7000
- ASA 5500
- Switch layer 3
- Firewall
- Router LAN
- Bridge
- Brouter
- VPN Access Router
- Cisco Catalyst 6009 Layer 2 Core.
·
Access
Layer
- Cisco
1900 series integrated services router
- Cisco
2900 series integrated services router
- Cisco
3900 series integrated services router
- Cisco
800 series routers
C.Media Pembentuk WAN
1.Media Berdasarkan Kapasitas
a).E1(E-carrier)
E1(E-carrier) atau sirkuit E-1 (Inggris: E-carrier) adalah nama format transmisi digital dengan 30 kanal
suara digital berkecepatan 2,048 megabit per detik. E1 merupakan standar yang dipakai di Eropa dan Indonesia. Standar E1 ini ekivalen dengan standar T1 yang dipakai di Amerika, dengan perbedaan T1
menggunakan 24 kanal suara digital dengan kecepatan 1,554 megabit per detik.
b).T-1(T-carrier)
T-1(T-carrier) adalah perangkat
keras spesifikasi untuk telekomunikasi trunking . Sebuah batang adalah
tunggal transmisi saluran antara dua titik pada
jaringan: setiap titik adalah baik switching center atau simpul (seperti telepon ).
Awalnya, T-1 batang digunakan hanya untuk menghubungkan
utama pertukaran telepon , via sama twisted pair kawat tembaga bahwa batang analog
digunakan. Satu pasang mengirimkan, satu menerima pasangan. Jika
bursa terlalu jauh, sebuah repeater meningkatkan sinyal.
Sebelum digital T-1 sistem, gelombang pembawa sistem seperti sistem pembawa
12-channel bekerja
dengan division
multiplexing frekuensi ; setiap
panggilan adalah sinyal analog . Sebuah batang T-1 bisa
mengirimkan 24 panggilan telepon pada suatu waktu, karena menggunakan
digital sinyal pembawa yang disebut Digital Signal 1 (DS-1). [1] DS-1 adalah protokol komunikasi untuk multiplexing yang bitstreams hingga 24 panggilan telepon,
bersama dengan dua khusus bit : sedikit framing (untuk sinkronisasi frame ) dan sedikit-sinyal
pemeliharaan. Maksimum T-1 transmisi data rate 1,544 megabit per detik.
2.Media Berdasarkan Proses
Pengiriman Data
1. PPP
( Point-to-Point
protocol )
Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling banyak
digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah
host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous. PPP protocol yang merupakan salah
satu jenis koneksi
WAN , adalah protocol point-to-point yang pada awalnya di
kembangkan sebagai method encapsulation pada komunikasi point-to-point antara
piranti yang menggunakan protocol suite. PPP protocol menjadi sangat terkenal
dan begitu banyak diterima sebagai metoda encapsulation WAN khususnya
dikarenakan dukungannya terhadap berbagai macam protocol seperi IP; IPX;
AppleTalk dan banyak lagi. Berikut ini adalah fitur kunci dari PPP protocol
ini:
1. PPP protocol beroperasi melalui
koneksi interface piranti Data Communication Equipment (DCE) dan piranti Data
Terminal Equipment (DTE).
2. PPP protocol dapat beroperasi pada
kedua modus synchronous (dial-up) ataupun asynchronous dan ISDN.
3. Tidak ada batas transmission rate
4. Keseimbangan load melalui multi-link
5. LCP dipertukarkan saat link dibangun
untuk mengetest jalur dan setuju karenanya.
6. PPP protocol mendukung berbagai
macam protocol layer diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sbgnya.
7. PPP protocol mendukung
authentication kedua jenis clear text PAP (Password Authentication Protocol)
dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake Authentication Protocol)
8. NCP meng-encapsulate protocol layer
Network dan mengandung suatu field yang mengindikasikan protocol layer atas.
2.
FRAME RELAY
Frame
relay merupakan protokol yang khusus digunakan untuk membuat koneksi WAN jenis
Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini dapat digunakan
di atas berbagai macam interface jaringan. Karena untuk mendukung performanya
yang hebat ini, frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi,
reliabel, dan bebas dari error.
Frame-relay dirancang
untuk menghilangkan overhead yang ada pada X.25. Perbedaan utama antara
frame-relay dan X.25 adalah:
· Pensinyalan
kontrol panggilan bahwa pada koneksi logik yang terpisah dari data pemakai.
Simpul-simpul (node) perantara tidak perlu mempertahankan tabel-tabel status.
· Koneksi
logik untuk multiplexing dan switching dilakukan pada lapisan 2 sebagai
pengganti lapisan 3, berarti menghilangkan satu lapisan pengolahan secara
keseluruhan.
· Tidak
terdapat flow-control dan error-control lompatan
demi lompatan. Bila diaplikasikan secara keseluruhan maka flow-control dan
kontrol kesalahan ujung-ke-ujung merupakan tanggung jawab lapisan yang lebih
tinggi
Jadi dengan frame-relay
sebuah frame data pemakai tunggal dikirim dari sumber ke tujuan, dan sebuah
balasan, yang dibangkitkan oleh lapisan yang lebih tinggi dibawa kembali di
dalam frame. Tidak terdapat pertukaran frame-frame data dan balasan lompatan
demi lompatan.
Kekurangan utama
frame-relay adalah hilangnya kemampuan flow-controldan error-control jalur
demi jalur
Kelebihan frame-relay
adalah adanya proses komunikasi yang
ringan, penundaan lebih rendah dan laju penyelesaian yang lebih tinggi.
Frame-relay dapat dipergunakan pada akses dengan kecepetan sampai 2 Mbps.
Ada dua operasi yang terpisah yaitu: taraf
kontrol (control plane) yang terlibat dalam penetapan dan penghentian koneksi
logic, dan taraf pemakai (user plane) yang bertanggung jawab dalam hal transfer
data pemakai diantara pelanggan. Taraf kontrol berada diantara pelanggan dan
jaringan sedang taraf pemakai menampilkan fungsi ujung-ke-ujung.
3.
DSL
Digital subscriber line (disingkat DSL)
adalah teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati
kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya
kecepatan unduh dari DSL berkisar dari 128 kb/d sampai 24.000 kb/d
tergantung dari teknologi DSL tersebut. Kecepatan unggah DSL lebih
rendah dari unduh versi ADSL dan sama cepat untuk SDSL
4.
Generasi
ketiga (3G)
Generasi
digital kecepatan tinggi, yang mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi
(high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh:
W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV
5.
Generasi
Keempat (4G)
Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut
IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and
beyond". Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang
kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama
seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon
genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile
Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang
lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun). Telekomunikasi dan Jaringan
Lista Kuspriatni Manajemen dan SIM 2 11 Untuk meningkatkan kecepatan akses data
yang tinggi dan full mobile maka standar IMT-2000 di tingkatkan lagi menjadi
10Mbps, 30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya 2Mbps pada layanan 3G. Kecepatan
akses tersebut didapat dengan menggunakan teknologi OFDM(Orthogonal Frequency
Division Multiplexing) dan Multi Carrier.
Di Jepang layanan generasi keempat ini
sudah di implementasikan. Di negara kita, kita dapat mengikuti secara sederhana
perkembangan teknologi ini, mulai dari teknologi 1G berupa telepon analog/PSTN
yang menggunakan seluler. Sementara teknologi 2G, 2.5G, dan 3G merupakan ISDN.
Indonesia pada saat ini sebenarnya baru saja memasuki dan memulai tahap 3.5G
atau yang biasa disebut sebagai HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang
mampu memberikan kecepatan akses hingga 3.6 Mb/s (termasuk koneksi pita lebar -
broadband connection). Berkaitan dengan teknologi 4G, SIP adalah protokol inti
dalam internet telephony yang merupakan evolusi terkini dari Voice over
Internet Protocol maupun Telephony over Internet Protocol. Keunggulan dari
teknologi wireless : 1. Biaya pemeliharannya murah (hanya mencakup stasiun sel
bukan seperti pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel) 2.
Infrastrukturnya berdimensi kecil, pembangunannya cepat, mudah dikembangkan
(misalnya dengan konsep mikrosel dan teknik frequency reuse), mudah & murah
untuk direlokasi dan mendukung portabilitas.
6.
HSDPA
High-Speed Downlink Packet Access
atau HSDPA, merupakan salah satu protokol yang memper baiki proses
downlink atau penurunan data dari server ke perangkat (unduh), dengan kecepatan
mencapai 14.4Mbit/s. Sedangkan proses uplink dalam teknologi HSDPA mencapai
384kbit/s. Dengan kecepatan tersebut, pengguna perangkat bergerak dapat
menerima data yang berukuran besar seperti lampiran pada e-mail, persentasi
dalam bentuk Power point, atauun dapat membuka halaman web.
Sebagai gambaran, jaringan HSDPA dengan
kecepatan 3.6Mbit/s dapat mengunduh data musik yang berukuran sekitar 3 Mb
dalam waktu 8,3 detik dan data video yang berukuran 5 Mb dalam waktu 13,9
detik. HSDPA hadir sejak tahun 2006 di Eropa.
CONTOH IMPLEMENTASI TOPOLOGI DARI PT
INSAN SARANA

1.
Core Layer
|
Specifications
|
|
2.
Distribution Layer
|
Model
|
Linksys E3000
|
|
Teknologi
|
Wireless N
|
|
Bands
|
Simultaneous 2.4GHz and 5GHz
|
|
Transmit / Receive
|
2 x 3
|
|
Antena
|
6 Internal
|
|
Ethernet ports x speed
|
4 x Ethernet
|
|
Software Setup
|
CD Install
|
|
USB Port
|
Iya
|
|
CISCO Connect Software
|
|
|
Sistem Operasi
|
|
3.
Access Layer
|
Description
|
Specification
|
|
Console Port/Speed
|
115.2 Kbps
|
|
Auxiliary Port/Speed
|
115.2 Kbps with Dial on Demand
Routing capability
|
|
Processor
|
Motorola MPC860 40 MHz (50 MHz for
Cisco 262x)
|
|
DRAM Memory
|
Two DIMM slots supporting 16 to 64
MB total
|
|
Flash Memory
|
One SIMM slot supporting 4 to 16
MB
|
|
Software options
|
IP feature set bundled with
chassis, other IOS feature sets offered as upgrade options
Supported Releases: 11.3T or later, including 12.0 and 12.0T |
|
Other components included with
Chassis
|
IP IOS feature set, requires Flash
and System Memory to support the IP feature set
Power Cable LAN Cable(s) Auxiliary and Console Cables 19 in. Rack Mount Brackets Configuration documentation Reference documentation (CD ROM) |
|
Router management options
|
Cisco View, Cisco Works, Cisco
Voice Manager, ConfigMaker, Enhanced Set-up
|
D.Teknologi, Layanan dan Protokol WAN
WAN (Wide Area
Network) adalhhhah sebuah jaringan yang memiliki jangkauan yang luas, yang
mencakup antar kota, propinsi, antar negara dan bahkan antar benua.
Teknologi WAN
Teknologi WAN mendefinisikan koneksi perangkat- perangkat yang terpisah oleh area
yang luas menggunakan media transmisi, perangkat, dan protocol yang berbeda.
Data transfer rate pada komunikasi WAN umumnya jauh lebih lambat dibanding
kecepatan jaringan local LAN.
Teknologi WAN dapat bekerja pada lapisan
data link atau gabungan antara lapisan fisik dan data link
Teknologi WAN menghubungkan
perangkat-perangkat WAN yang termasuk didalamnya adalah:
2.
Switch, memberikan koneksi kepada
bandwidth WAN untuk komunikasi data, voice, dan juga video.
3.
Modem, yang memberikan layanan interface
voice, termasuk channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang
memberikan interface layanan T1/E1; Terminal Adapters/Network Termination 1
(TA/NT1) yang menginterface layanan Integrated Services Digital Network (ISDN).
4. System komunikasi
dalam teknologi WAN menggunakan pendekatan model layer OSI untuk encapsulation
frame seperti halnya LAN akan tetapi lebih difocuskan pada layer Physical dan Data link.
Teknologi WAN normalnya
dikatagorikan dalam tiga kelas layanan:
1.
Leased line
yang juga disebut sebagai koneksi point to point atau
dedicated.Pada koneksi ini tidak membutuhkan proses call setup untuk
memulai pengiriman paket/data. Mekanisme pengiriman paket dilakukan
secara Synchronousserial.
2.
Circuit switched
koneksi ini terlebih dulu membuat call setup agar memulai pengiriman paket,
sebagaii contoh PSTNdan ISDN merupakan protocol WAN yang menerapkan kineksi Circuit Switching pada
jaringan public atau lebih dikenal sebagai Internet. Untuk mekanisme koneksi dilakukan secara asynchronous serial
3. Packet switched
untuk koneksi Packet Switching kita dapat membagi bandwidth pada setiap
pemakai sehingga koneksi akan lebih stabil dan dapat memanage bandwidth sesuai
dengan jumlah pemakai.Packet Switching merupakan pengembangan dari Leased Line koneksi
dan mekanisme koneksi nya secara Synchronous Serial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar