|
17
|
Materi
|
Sabtu,Februari
18 2017
|
|
Firman Aji Utama
|
WAN ( WIDE AREA
NETWORK )
|
Rancang Bangun
Jaringan
|
|
XI TKJ A
|
Instruktur : Pak
Rudi
|
TOPOLOGI PT
INSAN SARANA Dengan ASN :AS24535
1.
Core Layer
|
Specifications
|
|
2. Distribution Layer
|
Model
|
Linksys E3000
|
|
Teknologi
|
Wireless N
|
|
Bands
|
Simultaneous 2.4GHz and 5GHz
|
|
Transmit / Receive
|
2 x 3
|
|
Antena
|
6 Internal
|
|
Ethernet ports x speed
|
4 x Ethernet
|
|
Software Setup
|
CD Install
|
|
USB Port
|
Iya
|
|
CISCO Connect Software
|
|
|
Sistem Operasi
|
|
3. Access Layer
|
Description
|
Specification
|
|
Console
Port/Speed
|
115.2
Kbps
|
|
Auxiliary
Port/Speed
|
115.2
Kbps with Dial on Demand Routing capability
|
|
Processor
|
Motorola
MPC860 40 MHz (50 MHz for Cisco 262x)
|
|
DRAM
Memory
|
Two
DIMM slots supporting 16 to 64 MB total
|
|
Flash
Memory
|
One
SIMM slot supporting 4 to 16 MB
|
|
Software
options
|
IP
feature set bundled with chassis, other IOS feature sets offered as upgrade
options
Supported Releases: 11.3T or later, including 12.0 and 12.0T |
|
Other
components included with Chassis
|
IP
IOS feature set, requires Flash and System Memory to support the IP feature
set
Power Cable LAN Cable(s) Auxiliary and Console Cables 19 in. Rack Mount Brackets Configuration documentation Reference documentation (CD ROM) |
|
Router
management options
|
Cisco
View, Cisco Works, Cisco Voice Manager, ConfigMaker, Enhanced Set-up
|
A.
Hirearki WAN
Model
jaringan secara hirarkis berguna sebagai suatu cara untuk mendesain
infrastruktur jaringan yang dapat diandalkan. Model ini menyediakan cara
pandang yang bervariasi mengenai sebuah network, sehingga mempermudah kita
dalam mendesain dan membangun jaringan yang terskala. Model jaringan hirarkis
terbagi menjadi tiga layer, yaitu Core Layer, Distribution Layer dan Access
Layer
1.
Core Layer
Core
layer memberikan struktur transportasi yang optimal dan dapat diandalkan dalam
meneruskan traffic pada kecepatan yang sangat tinggi. Dengan kata lain, core
layer menswitch paket data dengan secepat mungkin. Peralatan pada core layer
jangan diberi beban dalam bentuk proses apapun yang dapat menganggu kecepatan
switch paket data dalam kecepatan tinggi, seperti access-list checking, data encryption,
address transation. Core layer dikenal sebagai backbone antar jaringan yang
saling terkoneksi.
Tugas
core layer :
- melakukan
design jaringan dengan keandalan yang tinggi
- melakukan
desain untuk kecepatan dan latency yang rendah
Fungsi
dari layer ini adalah :
- mengatur
traffic [ traffic switching ] ,
- mengatur
kapasitas traffic dan mengirim traffic dengan cepat dan handal.
2.
Distribution Layer
Distribution
layer terletak diantara access layer dan core layer dan membantu membedakan
core jaringan inti dengan jaringan-jaringan yang lain. Tujuannya untuk
memberikan batasan definisi dalam daftar akses dan filter lainnya untuk menuju
ke jaringan inti. Maka dari itu, layer ini mendefinisikan aturan-aturan untuk
jaringan, seperti routing updates, route summaries, VLAN traffic, dan address
aggregation.
Fungsi
dari distribution layer yaitu :
- Routing
(dalam satu autonomous system)
- Filtering
(dalam satu autonomous system)
- Service
handling
- Mengendalikan
konektivitas /policy
- QOS
Tugas
dari distribution layer yaitu routing antar layer atau antar subnet VLAN di
Access Layer.
3.
Access Layer
Access
layer menyuplai trafik ke jaringan dan melakukan network entry control. Para
pengguna mengakses jaringan melalui access layer. Access layer berlaku layaknya
“pintu masuk” menuju sebuah jaringan. Access layer juga dapat melakukan daftar
akses yang didesain untuk mencegah pengguna tak sah untuk dapat masuk. Access
layer juga dapat memberi akses situs jarak jauh kepada jaringan melalui
teknologi wide-area, seperti frame relay, ISDN, atau leased lines. Layer ini
juga mengendalikan akses pengguna dengan workgroup ke sumber daya
Internetwork.Fungsi layer ini melakukan share bandwith,switched bandwith , MAC
Layer Filtering , dan Micro segmentation [NAT/subneting].
B.
Perangkat Pembentuk
WAN
1.
Jenis
·
CO [ Central Office ]
CO (Control Operator/Office) bagiann pusat yang
mengendalikan/mengatur perangkat perangkat agar bekerja, bagian yang
menjadi pusat Penyedia Layanan.CO berfungsi mengendalikan sebuah
jaringan atau membagi layanan layanan ketika layanan terjadi.
·
CPE [ Costumer Promises
Equipment ]
Perangkat
yang berhubungan dengan aplikasi dan user dan tidak terjadi proses signaling.
·
DTE [ Data termination
Equipment ]
Perangkat
yang melewatkan data dari CPE menuju DCE untuk dikonversikan/coding.Berfungsi
mengkonversi sinyal yang diterima agar sampai pada user. DTE merupaka sebuah
peralatan atau subsistem yang saling berhubungan dengan beberapa peralatan yang
melakukan fungsi yang diperlukan untuk memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi. Biasanya,
perangkat DTE adalah terminal (atau komputer meniru terminal), dan DCE adalah
sebuah modem atau perangkat lain milik operator.
·
DCE [ Data Communication
Equipment ]
Data
Circuit Equipment (DCE) adalah perangkat yang terletak antara Data Terminal
Equipment dan Data Circuit Transmisi . Hal ini juga disebut peralatan
komunikasi data dan operator peralatan data. DCE melakukan fungsi seperti
sinyal konversi, coding , dan garis clocking dan dapat menjadi bagian dari
peralatan DTE.
2.
Perangkat
pada setiap layer
·
Core Layer
- Mesin core.vad.id,BSD Minded dipadukan dengan cisco
catalyst L3.
- Router
- Multiplexer
- PBX
·
Distribution
Layer
- Cisco Catalyst 6509
- Nexus 7000
- ASA 5500
- Switch layer 3
- Firewall
- Router LAN
- Bridge
- Brouter
- VPN Access Router
- Cisco Catalyst 6009 Layer 2
Core.
·
Access
Layer
- Cisco 1900 series integrated services router
- Cisco 2900 series integrated services router
- Cisco 3900 series integrated services router
- Cisco 800 series routers
C.Media Pembentuk WAN
1.Media Berdasarkan Kapasitas
a).E1(E-carrier)
E1(E-carrier) atau sirkuit
E-1 (Inggris: E-carrier)
adalah nama format transmisi digital dengan 30 kanal suara digital
berkecepatan 2,048 megabit per detik. E1 merupakan standar yang
dipakai di Eropa dan Indonesia. Standar E1 ini ekivalen dengan standar T1 yang dipakai di Amerika, dengan perbedaan T1 menggunakan 24 kanal suara digital dengan kecepatan 1,554
megabit per detik.
b).T-1(T-carrier)
T-1(T-carrier)
adalah perangkat keras spesifikasi untuk
telekomunikasi trunking . Sebuah batang adalah
tunggal transmisi saluran antara
dua titik pada jaringan: setiap titik adalah baik switching center atau simpul (seperti telepon ).
Awalnya, T-1 batang digunakan hanya
untuk menghubungkan utama pertukaran telepon , via
sama twisted pair kawat
tembaga bahwa batang analog digunakan. Satu pasang
mengirimkan, satu menerima pasangan. Jika bursa terlalu jauh, sebuah repeater meningkatkan
sinyal.
Sebelum digital T-1 sistem, gelombang pembawa sistem
seperti sistem
pembawa 12-channel bekerja dengan division
multiplexing frekuensi ; setiap panggilan
adalah sinyal analog . Sebuah
batang T-1 bisa mengirimkan 24 panggilan telepon pada suatu waktu, karena
menggunakan digital sinyal pembawa yang
disebut Digital Signal 1 (DS-1). [1] DS-1 adalah protokol komunikasi untuk multiplexing yang bitstreams hingga
24 panggilan telepon, bersama dengan dua khusus bit : sedikit
framing (untuk sinkronisasi frame )
dan sedikit-sinyal pemeliharaan. Maksimum T-1 transmisi data rate
1,544 megabit per
detik.
2.Media
Berdasarkan Proses Pengiriman Data
1.
PPP ( Point-to-Point
protocol )
Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous. PPP protocol yang merupakan salah satu jenis koneksi WAN , adalah protocol point-to-point yang pada awalnya di kembangkan sebagai method encapsulation pada komunikasi point-to-point antara piranti yang menggunakan protocol suite. PPP protocol menjadi sangat terkenal dan begitu banyak diterima sebagai metoda encapsulation WAN khususnya dikarenakan dukungannya terhadap berbagai macam protocol seperi IP; IPX; AppleTalk dan banyak lagi. Berikut ini adalah fitur kunci dari PPP protocol ini:
Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous. PPP protocol yang merupakan salah satu jenis koneksi WAN , adalah protocol point-to-point yang pada awalnya di kembangkan sebagai method encapsulation pada komunikasi point-to-point antara piranti yang menggunakan protocol suite. PPP protocol menjadi sangat terkenal dan begitu banyak diterima sebagai metoda encapsulation WAN khususnya dikarenakan dukungannya terhadap berbagai macam protocol seperi IP; IPX; AppleTalk dan banyak lagi. Berikut ini adalah fitur kunci dari PPP protocol ini:
1.
PPP protocol beroperasi melalui koneksi interface piranti
Data Communication Equipment (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment (DTE).
2.
PPP protocol dapat beroperasi pada kedua modus synchronous
(dial-up) ataupun asynchronous dan ISDN.
3.
Tidak ada batas transmission rate
4.
Keseimbangan load melalui multi-link
5.
LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest jalur
dan setuju karenanya.
6.
PPP protocol mendukung berbagai macam protocol layer
diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sbgnya.
7.
PPP protocol mendukung authentication kedua jenis clear text
PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake
Authentication Protocol)
8.
NCP meng-encapsulate protocol layer Network dan mengandung
suatu field yang mengindikasikan protocol layer atas.
2.
FRAME RELAY
Frame relay merupakan protokol yang khusus digunakan untuk membuat
koneksi WAN jenis Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini
dapat digunakan di atas berbagai macam interface jaringan. Karena untuk
mendukung performanya yang hebat ini, frame relay membutuhkan media WAN yang
berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas dari error.
Frame-relay
dirancang untuk menghilangkan overhead yang ada pada X.25. Perbedaan utama
antara frame-relay dan X.25 adalah:
· Pensinyalan kontrol panggilan bahwa pada koneksi logik
yang terpisah dari data pemakai. Simpul-simpul (node) perantara tidak perlu
mempertahankan tabel-tabel status.
· Koneksi logik untuk multiplexing dan switching
dilakukan pada lapisan 2 sebagai pengganti lapisan 3, berarti menghilangkan
satu lapisan pengolahan secara keseluruhan.
· Tidak terdapat flow-control dan error-control lompatan demi
lompatan. Bila diaplikasikan secara keseluruhan maka flow-control dan kontrol
kesalahan ujung-ke-ujung merupakan tanggung jawab lapisan yang lebih tinggi
Jadi
dengan frame-relay sebuah frame data pemakai tunggal dikirim dari sumber ke
tujuan, dan sebuah balasan, yang dibangkitkan oleh lapisan yang lebih tinggi
dibawa kembali di dalam frame. Tidak terdapat pertukaran frame-frame data dan
balasan lompatan demi lompatan.
Kekurangan
utama frame-relay adalah hilangnya kemampuan flow-controldan error-control jalur demi jalur
Kelebihan
frame-relay adalah adanya proses komunikasi yang ringan,
penundaan lebih rendah dan laju penyelesaian yang lebih tinggi. Frame-relay
dapat dipergunakan pada akses dengan kecepetan sampai 2 Mbps.
Ada dua operasi yang terpisah yaitu: taraf
kontrol (control plane) yang terlibat dalam penetapan dan penghentian koneksi
logic, dan taraf pemakai (user plane) yang bertanggung jawab dalam hal transfer
data pemakai diantara pelanggan. Taraf kontrol berada diantara pelanggan dan
jaringan sedang taraf pemakai menampilkan fungsi ujung-ke-ujung.
3. DSL
Digital
subscriber line (disingkat DSL) adalah teknologi
yang menyediakan penghantar data digital melewati
kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat.
Biasanya kecepatan unduh dari DSL berkisar dari 128 kb/d sampai
24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut.
Kecepatan unggah DSL lebih rendah dari unduh versi ADSL dan
sama cepat untuk SDSL
4.
Generasi ketiga (3G)
Generasi digital kecepatan tinggi, yang mampu
mentransfer data dengan kecepatan tinggi (high-speed) dan aplikasi multimedia,
untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS)
dan CDMA2000 1xEV
5.
Generasi Keempat (4G)
Nama resmi dari teknologi
4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah
"3G and beyond". Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access
(HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh
WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol
telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile
Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang
lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun). Telekomunikasi dan Jaringan
Lista Kuspriatni Manajemen dan SIM 2 11 Untuk meningkatkan kecepatan akses data
yang tinggi dan full mobile maka standar IMT-2000 di tingkatkan lagi menjadi
10Mbps, 30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya 2Mbps pada layanan 3G. Kecepatan
akses tersebut didapat dengan menggunakan teknologi OFDM(Orthogonal Frequency
Division Multiplexing) dan Multi Carrier.
Di Jepang layanan
generasi keempat ini sudah di implementasikan. Di negara kita, kita dapat
mengikuti secara sederhana perkembangan teknologi ini, mulai dari teknologi 1G
berupa telepon analog/PSTN yang menggunakan seluler. Sementara teknologi 2G,
2.5G, dan 3G merupakan ISDN. Indonesia pada saat ini sebenarnya baru saja
memasuki dan memulai tahap 3.5G atau yang biasa disebut sebagai HSDPA (High
Speed Downlink Packet Access) yang mampu memberikan kecepatan akses hingga 3.6
Mb/s (termasuk koneksi pita lebar - broadband connection). Berkaitan dengan teknologi
4G, SIP adalah protokol inti dalam internet telephony yang merupakan evolusi
terkini dari Voice over Internet Protocol maupun Telephony over Internet
Protocol. Keunggulan dari teknologi wireless : 1. Biaya pemeliharannya murah
(hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada jaringan kabel yang mencakup
keseluruhan kabel) 2. Infrastrukturnya berdimensi kecil, pembangunannya cepat,
mudah dikembangkan (misalnya dengan konsep mikrosel dan teknik frequency
reuse), mudah & murah untuk direlokasi dan mendukung portabilitas.
6. HSDPA
High-Speed Downlink
Packet Access atau HSDPA, merupakan salah satu protokol yang memper
baiki proses downlink atau penurunan data dari server ke perangkat (unduh),
dengan kecepatan mencapai 14.4Mbit/s. Sedangkan proses uplink dalam teknologi
HSDPA mencapai 384kbit/s. Dengan kecepatan tersebut, pengguna perangkat
bergerak dapat menerima data yang berukuran besar seperti lampiran pada e-mail,
persentasi dalam bentuk Power point, atauun dapat membuka halaman web.
Sebagai gambaran, jaringan HSDPA dengan kecepatan 3.6Mbit/s dapat mengunduh data musik yang berukuran sekitar 3 Mb dalam waktu 8,3 detik dan data video yang berukuran 5 Mb dalam waktu 13,9 detik. HSDPA hadir sejak tahun 2006 di Eropa.
Sebagai gambaran, jaringan HSDPA dengan kecepatan 3.6Mbit/s dapat mengunduh data musik yang berukuran sekitar 3 Mb dalam waktu 8,3 detik dan data video yang berukuran 5 Mb dalam waktu 13,9 detik. HSDPA hadir sejak tahun 2006 di Eropa.
CONTOH
IMPLEMENTASI TOPOLOGI DARI D.Teknologi, Layanan dan Protokol WAN
WAN (Wide Area Network) adalhhhah sebuah jaringan yang memiliki jangkauan
yang luas, yang mencakup antar kota, propinsi, antar negara dan bahkan antar
benua.
Teknologi WAN
Teknologi WAN mendefinisikan koneksi perangkat- perangkat yang
terpisah oleh area yang luas menggunakan media transmisi, perangkat, dan
protocol yang berbeda. Data transfer rate pada komunikasi WAN umumnya jauh
lebih lambat dibanding kecepatan jaringan local LAN.
Teknologi WAN dapat
bekerja pada lapisan data link atau gabungan antara lapisan fisik dan data link
Teknologi WAN
menghubungkan perangkat-perangkat WAN yang termasuk didalamnya adalah:
2.
Switch, memberikan
koneksi kepada bandwidth WAN untuk komunikasi data, voice, dan juga video.
3.
Modem, yang memberikan
layanan interface voice, termasuk channel service units/digital service units
(CSU/DSU) yang memberikan interface layanan T1/E1; Terminal Adapters/Network
Termination 1 (TA/NT1) yang menginterface layanan Integrated Services Digital Network (ISDN).
4. System komunikasi dalam teknologi WAN menggunakan pendekatan model layer
OSI untuk encapsulation frame seperti halnya LAN akan tetapi lebih difocuskan
pada layer Physical dan Data link.
Teknologi WAN normalnya dikatagorikan dalam tiga kelas layanan:
1. Leased line
yang juga disebut sebagai koneksi point
to point atau dedicated.Pada koneksi ini tidak membutuhkan proses call
setup untuk memulai pengiriman paket/data. Mekanisme pengiriman paket
dilakukan secara Synchronousserial.
2. Circuit switched
koneksi ini terlebih dulu membuat call setup agar
memulai pengiriman paket, sebagaii contoh PSTNdan ISDN merupakan protocol WAN yang menerapkan kineksi
Circuit Switching pada jaringan public atau lebih dikenal sebagai Internet. Untuk mekanisme koneksi dilakukan
secara asynchronous serial
3. Packet switched
untuk koneksi Packet Switching kita dapat membagi
bandwidth pada setiap pemakai sehingga koneksi akan lebih stabil dan dapat
memanage bandwidth sesuai dengan jumlah pemakai.Packet Switching merupakan
pengembangan dari Leased Line koneksi dan mekanisme koneksi nya
secara Synchronous Serial.



