Sabtu, 25 Februari 2017

17
Materi
Sabtu,Februari 18 2017
Firman Aji Utama
WAN ( WIDE AREA NETWORK )
Rancang Bangun Jaringan
XI TKJ A
Instruktur : Pak Rudi
TOPOLOGI PT INSAN SARANA Dengan ASN :AS24535


1.       Core Layer

Specifications
Cisco 10000
Modular slots
• 8 slots for line cards; 16 slots for half-height line cards
• 2 slots for Cisco PRE modules (1 active, 1 redundant)
Hot-swappable
Yes
Backplane capacity
51.2 Gbps
Physical dimensions (H x W x D)
21.75 x 17.5 x 12 in.
(55.2 x 44.5 x 30.5 cm)
Weight
130 lb (59.02 kg) fully configured chassis
Rack-mounting
19 to 23 in. (48.3 to 58.4 cm) (front, middle, or back)
Power
• DC input voltage: -48/-60 VDC
• AC input voltage: 100-240 VAC, 50/60 Hz, single phase
• Maximum power consumption: 1500 VA for AC PEM, 1280W for DC PEM

2.      
Distribution Layer


Model
Linksys E3000
Teknologi
Wireless N
Bands
Simultaneous 2.4GHz and 5GHz
Transmit / Receive
2 x 3
Antena
6 Internal
Ethernet ports x speed
4 x Ethernet
Software Setup
CD Install
USB Port
Iya
CISCO Connect Software
  • Setup guest access
  • Manage parental controls
  • Advanced network settings
Sistem Operasi
  • Windows Vista SP1, 7
  • Mac OS X Tiger 10.4 Leopard 10.5.8 or Snow Leopard 10.6.1

3. Access Layer

Description
Specification
Console Port/Speed
115.2 Kbps
Auxiliary Port/Speed
115.2 Kbps with Dial on Demand Routing capability
Processor
Motorola MPC860 40 MHz (50 MHz for Cisco 262x)
DRAM Memory
Two DIMM slots supporting 16 to 64 MB total
Flash Memory
One SIMM slot supporting 4 to 16 MB
Software options
IP feature set bundled with chassis, other IOS feature sets offered as upgrade options
Supported Releases: 11.3T or later, including 12.0 and 12.0T
Other components included with Chassis
IP IOS feature set, requires Flash and System Memory to support the IP feature set
Power Cable
LAN Cable(s)
Auxiliary and Console Cables
19 in. Rack Mount Brackets
Configuration documentation
Reference documentation (CD ROM)
Router management options
Cisco View, Cisco Works, Cisco Voice Manager, ConfigMaker, Enhanced Set-up



A.     Hirearki WAN
Model jaringan secara hirarkis berguna sebagai suatu cara untuk mendesain infrastruktur jaringan yang dapat diandalkan. Model ini menyediakan cara pandang yang bervariasi mengenai sebuah network, sehingga mempermudah kita dalam mendesain dan membangun jaringan yang terskala. Model jaringan hirarkis terbagi menjadi tiga layer, yaitu Core Layer, Distribution Layer dan Access Layer
1.       Core Layer
Core layer memberikan struktur transportasi yang optimal dan dapat diandalkan dalam meneruskan traffic pada kecepatan yang sangat tinggi. Dengan kata lain, core layer menswitch paket data dengan secepat mungkin. Peralatan pada core layer jangan diberi beban dalam bentuk proses apapun yang dapat menganggu kecepatan switch paket data dalam kecepatan tinggi, seperti access-list checking, data encryption, address transation. Core layer dikenal sebagai backbone antar jaringan yang saling terkoneksi.
Tugas core layer :
  1.  melakukan design jaringan dengan keandalan yang tinggi
  2.  melakukan desain untuk kecepatan dan latency yang rendah
Fungsi dari layer ini adalah :
  1. mengatur traffic [ traffic switching ] ,
  2. mengatur kapasitas traffic dan mengirim traffic dengan cepat dan handal.


2.       Distribution Layer
Distribution layer terletak diantara access layer dan core layer dan membantu membedakan core jaringan inti dengan jaringan-jaringan yang lain. Tujuannya untuk memberikan batasan definisi dalam daftar akses dan filter lainnya untuk menuju ke jaringan inti. Maka dari itu, layer ini mendefinisikan aturan-aturan untuk jaringan, seperti routing updates, route summaries, VLAN traffic, dan address aggregation.
Fungsi dari distribution layer yaitu :
  1. Routing (dalam satu autonomous system)
  2. Filtering (dalam satu autonomous system)
  3. Service handling
  4. Mengendalikan konektivitas /policy
  5. QOS
Tugas dari distribution layer yaitu routing antar layer atau antar subnet VLAN di Access Layer.

3.       Access Layer
Access layer menyuplai trafik ke jaringan dan melakukan network entry control. Para pengguna mengakses jaringan melalui access layer. Access layer berlaku layaknya “pintu masuk” menuju sebuah jaringan. Access layer juga dapat melakukan daftar akses yang didesain untuk mencegah pengguna tak sah untuk dapat masuk. Access layer juga dapat memberi akses situs jarak jauh kepada jaringan melalui teknologi wide-area, seperti frame relay, ISDN, atau leased lines. Layer ini juga mengendalikan akses pengguna dengan workgroup ke sumber daya Internetwork.Fungsi layer ini melakukan share bandwith,switched bandwith , MAC Layer Filtering , dan Micro segmentation [NAT/subneting].

B.      Perangkat Pembentuk WAN
1.       Jenis

·         CO [ Central Office ]
CO (Control Operator/Office) bagiann pusat yang mengendalikan/mengatur perangkat perangkat agar bekerja,  bagian yang menjadi pusat Penyedia Layanan.CO berfungsi mengendalikan sebuah jaringan atau membagi layanan layanan ketika layanan terjadi.

·         CPE [ Costumer Promises Equipment ]
Perangkat yang berhubungan dengan aplikasi dan user dan tidak terjadi proses signaling.
·         DTE [ Data termination Equipment ]
Perangkat yang melewatkan data dari CPE menuju DCE untuk dikonversikan/coding.Berfungsi mengkonversi sinyal yang diterima agar sampai pada user. DTE merupaka sebuah peralatan atau subsistem yang saling berhubungan dengan beberapa peralatan yang melakukan fungsi yang diperlukan untuk memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi. Biasanya, perangkat DTE adalah terminal (atau komputer meniru terminal), dan DCE adalah sebuah modem atau perangkat lain milik operator.
·         DCE [ Data Communication Equipment ]
Data Circuit Equipment (DCE) adalah perangkat yang terletak antara Data Terminal Equipment dan Data Circuit Transmisi .  Hal ini juga disebut peralatan komunikasi data dan operator peralatan data. DCE melakukan fungsi seperti sinyal konversi, coding , dan garis clocking dan dapat menjadi bagian dari peralatan DTE.


2.       Perangkat pada setiap layer
·         Core Layer
  1. Mesin core.vad.id,BSD Minded dipadukan dengan cisco catalyst L3.
  2. Router
  3. Multiplexer
  4. PBX

·         Distribution Layer
  1. Cisco Catalyst 6509
  2. Nexus 7000
  3. ASA 5500
  4. Switch layer 3
  5. Firewall
  6. Router LAN
  7. Bridge
  8. Brouter
  9. VPN Access Router
  10. Cisco Catalyst 6009 Layer 2 Core.

·         Access Layer
  1. Cisco 1900 series integrated services router
  2. Cisco 2900 series integrated services router
  3. Cisco 3900 series integrated services router
  4. Cisco 800 series routers




C.Media Pembentuk WAN

1.Media Berdasarkan Kapasitas
a).E1(E-carrier)
E1(E-carrier) atau sirkuit E-1 (Inggris: E-carrier) adalah nama format transmisi digital dengan 30 kanal suara digital berkecepatan 2,048 megabit per detik. E1 merupakan standar yang dipakai di Eropa dan Indonesia. Standar E1 ini ekivalen dengan standar T1 yang dipakai di Amerika, dengan perbedaan T1 menggunakan 24 kanal suara digital dengan kecepatan 1,554 megabit per detik.
b).T-1(T-carrier)
T-1(T-carrier) adalah perangkat keras spesifikasi untuk telekomunikasi trunking . Sebuah batang adalah tunggal transmisi saluran antara dua titik pada jaringan: setiap titik adalah baik switching center atau simpul (seperti telepon ).
Awalnya, T-1 batang digunakan hanya untuk menghubungkan utama pertukaran telepon , via sama twisted pair kawat tembaga bahwa batang analog digunakan. Satu pasang mengirimkan, satu menerima pasangan. Jika bursa terlalu jauh, sebuah repeater meningkatkan sinyal.
Sebelum digital T-1 sistem, gelombang pembawa sistem seperti sistem pembawa 12-channel bekerja dengan division multiplexing frekuensi ; setiap panggilan adalah sinyal analog . Sebuah batang T-1 bisa mengirimkan 24 panggilan telepon pada suatu waktu, karena menggunakan digital sinyal pembawa yang disebut Digital Signal 1 (DS-1). [1] DS-1 adalah protokol komunikasi untuk multiplexing yang bitstreams hingga 24 panggilan telepon, bersama dengan dua khusus bit : sedikit framing (untuk sinkronisasi frame ) dan sedikit-sinyal pemeliharaan. Maksimum T-1 transmisi data rate 1,544 megabit per detik.

2.Media Berdasarkan Proses Pengiriman Data

1.       PPP ( Point-to-Point protocol )
Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous. PPP protocol yang merupakan salah satu jenis 
koneksi WAN , adalah protocol point-to-point yang pada awalnya di kembangkan sebagai method encapsulation pada komunikasi point-to-point antara piranti yang menggunakan protocol suite. PPP protocol menjadi sangat terkenal dan begitu banyak diterima sebagai metoda encapsulation WAN khususnya dikarenakan dukungannya terhadap berbagai macam protocol seperi IP; IPX; AppleTalk dan banyak lagi. Berikut ini adalah fitur kunci dari PPP protocol ini:
1.       PPP protocol beroperasi melalui koneksi interface piranti Data Communication Equipment (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment (DTE).
2.       PPP protocol dapat beroperasi pada kedua modus synchronous (dial-up) ataupun asynchronous dan ISDN.
3.       Tidak ada batas transmission rate
4.       Keseimbangan load melalui multi-link
5.       LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest jalur dan setuju karenanya.
6.       PPP protocol mendukung berbagai macam protocol layer diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sbgnya.
7.       PPP protocol mendukung authentication kedua jenis clear text PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake Authentication Protocol)
8.       NCP meng-encapsulate protocol layer Network dan mengandung suatu field yang mengindikasikan protocol layer atas.


2.       FRAME RELAY

Frame relay merupakan protokol yang khusus digunakan untuk membuat koneksi WAN jenis Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini dapat digunakan di atas berbagai macam interface jaringan. Karena untuk mendukung performanya yang hebat ini, frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas dari error.
Frame-relay dirancang untuk menghilangkan overhead yang ada pada X.25. Perbedaan utama antara frame-relay dan X.25 adalah:
·   Pensinyalan kontrol panggilan bahwa pada koneksi logik yang terpisah dari data pemakai. Simpul-simpul (node) perantara tidak perlu mempertahankan tabel-tabel status.
·   Koneksi logik untuk multiplexing dan switching dilakukan pada lapisan 2 sebagai pengganti lapisan 3, berarti menghilangkan satu lapisan pengolahan secara keseluruhan.
·   Tidak terdapat flow-control dan error-control lompatan demi lompatan. Bila diaplikasikan secara keseluruhan maka flow-control dan kontrol kesalahan ujung-ke-ujung merupakan tanggung jawab lapisan yang lebih tinggi
Jadi dengan frame-relay sebuah frame data pemakai tunggal dikirim dari sumber ke tujuan, dan sebuah balasan, yang dibangkitkan oleh lapisan yang lebih tinggi dibawa kembali di dalam frame. Tidak terdapat pertukaran frame-frame data dan balasan lompatan demi lompatan.
Kekurangan utama frame-relay adalah hilangnya kemampuan flow-controldan error-control jalur demi jalur
Kelebihan frame-relay adalah adanya proses komunikasi yang ringan, penundaan lebih rendah dan laju penyelesaian yang lebih tinggi. Frame-relay dapat dipergunakan pada akses dengan kecepetan sampai 2 Mbps.
Ada dua operasi yang terpisah yaitu: taraf kontrol (control plane) yang terlibat dalam penetapan dan penghentian koneksi logic, dan taraf pemakai (user plane) yang bertanggung jawab dalam hal transfer data pemakai diantara pelanggan. Taraf kontrol berada diantara pelanggan dan jaringan sedang taraf pemakai menampilkan fungsi ujung-ke-ujung.
3.       DSL 

Digital subscriber line (disingkat DSL) adalah teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya kecepatan unduh dari DSL berkisar dari 128 kb/d sampai 24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut. Kecepatan unggah DSL lebih rendah dari unduh versi ADSL dan sama cepat untuk SDSL

4.       Generasi ketiga (3G)
Generasi digital kecepatan tinggi, yang mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi (high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV
5.       Generasi Keempat (4G)

Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun). Telekomunikasi dan Jaringan Lista Kuspriatni Manajemen dan SIM 2 11 Untuk meningkatkan kecepatan akses data yang tinggi dan full mobile maka standar IMT-2000 di tingkatkan lagi menjadi 10Mbps, 30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya 2Mbps pada layanan 3G. Kecepatan akses tersebut didapat dengan menggunakan teknologi OFDM(Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan Multi Carrier.
Di Jepang layanan generasi keempat ini sudah di implementasikan. Di negara kita, kita dapat mengikuti secara sederhana perkembangan teknologi ini, mulai dari teknologi 1G berupa telepon analog/PSTN yang menggunakan seluler. Sementara teknologi 2G, 2.5G, dan 3G merupakan ISDN. Indonesia pada saat ini sebenarnya baru saja memasuki dan memulai tahap 3.5G atau yang biasa disebut sebagai HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang mampu memberikan kecepatan akses hingga 3.6 Mb/s (termasuk koneksi pita lebar - broadband connection). Berkaitan dengan teknologi 4G, SIP adalah protokol inti dalam internet telephony yang merupakan evolusi terkini dari Voice over Internet Protocol maupun Telephony over Internet Protocol. Keunggulan dari teknologi wireless : 1. Biaya pemeliharannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel) 2. Infrastrukturnya berdimensi kecil, pembangunannya cepat, mudah dikembangkan (misalnya dengan konsep mikrosel dan teknik frequency reuse), mudah & murah untuk direlokasi dan mendukung portabilitas.

6.       HSDPA

High-Speed Downlink Packet Access atau HSDPA, merupakan salah satu protokol yang memper baiki proses downlink atau penurunan data dari server ke perangkat (unduh), dengan kecepatan mencapai 14.4Mbit/s. Sedangkan proses uplink dalam teknologi HSDPA mencapai 384kbit/s. Dengan kecepatan tersebut, pengguna perangkat bergerak dapat menerima data yang berukuran besar seperti lampiran pada e-mail, persentasi dalam bentuk Power point, atauun dapat membuka halaman web.

Sebagai gambaran, jaringan HSDPA dengan kecepatan 3.6Mbit/s dapat mengunduh data musik yang berukuran sekitar 3 Mb dalam waktu 8,3 detik dan data video yang berukuran 5 Mb dalam waktu 13,9 detik. HSDPA hadir sejak tahun 2006 di Eropa.
CONTOH IMPLEMENTASI TOPOLOGI DARI D.Teknologi, Layanan dan Protokol WAN
WAN (Wide Area Network) adalhhhah sebuah jaringan yang memiliki jangkauan yang luas, yang mencakup antar kota, propinsi, antar negara dan bahkan antar benua.
Teknologi WAN
Teknologi WAN mendefinisikan koneksi perangkat- perangkat yang terpisah oleh area yang luas menggunakan media transmisi, perangkat, dan protocol yang berbeda. Data transfer rate pada komunikasi WAN umumnya jauh lebih lambat dibanding kecepatan jaringan local LAN.
Teknologi WAN dapat bekerja pada lapisan data link atau gabungan antara lapisan fisik dan data link


Teknologi WAN menghubungkan perangkat-perangkat WAN yang termasuk didalamnya adalah:
1.                   Router, menawarkan beberapa layanan interkoneksi jaringan-jaringan dan port-port interface WAN
2.                   Switch, memberikan koneksi kepada bandwidth WAN untuk komunikasi data, voice, dan juga video.
3.                   Modem, yang memberikan layanan interface voice, termasuk channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang memberikan interface layanan T1/E1; Terminal Adapters/Network Termination 1 (TA/NT1) yang menginterface layanan Integrated Services Digital Network (ISDN).
4. System komunikasi dalam teknologi WAN menggunakan pendekatan model layer OSI untuk encapsulation frame seperti halnya LAN akan tetapi lebih difocuskan pada layer Physical dan Data link.
Teknologi WAN normalnya dikatagorikan dalam tiga kelas layanan:
1.       Leased line
yang juga disebut sebagai koneksi point to point atau dedicated.Pada koneksi ini tidak membutuhkan proses call setup untuk memulai pengiriman paket/data. Mekanisme pengiriman paket dilakukan secara Synchronousserial.
2.       Circuit switched
koneksi ini terlebih dulu membuat call setup agar memulai pengiriman paket, sebagaii contoh PSTNdan ISDN merupakan protocol WAN yang menerapkan kineksi Circuit Switching pada jaringan public atau lebih dikenal sebagai Internet. Untuk mekanisme koneksi dilakukan secara asynchronous serial


3. Packet switched
untuk koneksi Packet Switching kita dapat membagi bandwidth pada setiap pemakai sehingga koneksi akan lebih stabil dan dapat memanage bandwidth sesuai dengan jumlah pemakai.Packet Switching merupakan pengembangan dari Leased Line koneksi dan mekanisme koneksi nya secara Synchronous Serial.